
Wina Wardana memiliki seorang kekasih dengan dua kepribadian.
Pada siang hari, pria itu bersikap sangat perhatian, santun, dan lembut kepadanya.
Namun, saat malam tiba, pria itu seolah-olah berubah menjadi orang lain, buas dan agresif, bermain dengannya dengan berbagai cara dan suasana.
Semua orang memuji keberuntungan Wina. Meski dia adalah penyandang disabilitas yang tidak bisa mendengar, pacarnya tidak meremehkannya dan terus membawanya mencari dokter serta pengobatan.
Wina sendiri juga merasa demikian.
Hingga suatu hari para perampok merampas obat yang dibuat khusus oleh pacarnya untuk mengobati ketuliannya. Dia pun menghentikan obat itu, tetapi ketika akan memberi tahu pacarnya, dia mendengar teman pacarnya berkata ...
"Kalian berdua benar-benar pandai bermain! Yang satu menipu perasaannya di siang hari, yang satu lagi mempermainkan tubuhnya di malam hari. Sudah tiga tahun, ternyata wanita tuli itu masih nggak tahu!"
Seketika, seluruh tubuh Wina terasa dingin. 
Vanya Angkara dikenal sebagai sosok yang memesona. Senyum di bibir merahnya begitu menawan, dan tatapan matanya penuh daya pikat.
Sementara Kresna Tiranta adalah pewaris elite keluarga terpandang. Sosoknya dingin, berjarak, disiplin, bagaikan bunga di puncak gunung yang tak tersentuh.
Tak ada yang menyangka, dua sosok yang begitu berlawanan ini justru larut dalam gairah tersembunyi. Mereka bergumul liar di kursi belakang Maybach saat malam sunyi, kehilangan kendali di kamar mandi acara amal, hingga di depan jendela tinggi sebuah kebun anggur pribadi, sampai kaki mereka lemas.
Setelah melalui satu malam penuh gairah, terdengar suara gemercik air dari kamar mandi.
Vanya bersandar di ranjang, lalu menghubungi ayahnya, Dirga Angkara.
"Aku bersedia menikah dengan pewaris dari Kota Altara yang katanya sekarat itu untuk penolak bala. Tapi aku punya satu permintaan." Terdengar nada bahagia di seberang telepon yang tak bisa disembunyikan. [Katakan saja! Selama kamu mau menikah, Ayah akan menyetujui apa pun.] Kemudian, Vanya menjawab, "Kita bicarakan saat aku pulang." Suaranya terdengar lembut, namun matanya dingin dan kosong.
Dia mengakhiri panggilan. Saat hendak bangkit untuk berpakaian, pandangannya tanpa sengaja tertuju pada laptop milik Kresna di samping.
Layar WhatsApp masih menyala, dan ada pesan terbaru berasal dari seorang gadis dengan nama kontak "Calia".
[Kresna, ada petir ... aku takut.] Ujung jari Vanya bergetar pelan.
Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka, dan Kresna melangkah keluar.
Butiran air meluncur di sepanjang tulang selangkanya, dan dua kancing kemejanya terbuka santai. Ketenangan dingin yang biasanya dia miliki kini diselipi kesan malas yang berbahaya.
"Ada urusan kantor. Aku pergi dulu," katanya sambil mengambil jas, suaranya tetap datar dan dingin.
Bibir Vanya terangkat tipis, senyumnya samar namun tajam. "Urusan kantor, atau mau menemui cinta pertamamu?" 




Untuk meredam sifat sombong dan keras kepala Natasha Wangsa, ayahnya meminta orang kepercayaannya, Ericko Dana, untuk mendidiknya.
Tentu saja Natasha tidak akan sudi tunduk pada perintah seorang pria yang hanya menjabat sebagai CEO di anak perusahaan ayahnya.
Jadi, Natasha pun mulai menyusun berbagai trik untuk memaksa Ericko menyerah.
Pada hari pertama bekerja, Natasha langsung menghancurkan Mobil Porsche milik pria itu.
Namun, Ericko hanya meliriknya sekilas dan berkata, "Catat kerusakannya. Pembayarannya akan diambil dari gaji Nona Natasha."
Pada hari kedua, Natasha mengganti materi presentasi rapat Ericko dengan video dewasa.
Raut wajah Ericko tidak berubah sedikit pun. Ericko langsung memaparkan seluruh isi rencana proyek tersebut secara lisan dengan sempurna. Pria itu berhasil mendapatkan proyek penting tersebut, hingga membuat semua orang terpukau.
Natasha tidak bisa menerima semua ini. Wanita itu akhirnya diam-diam memberikan obat perangsang ke dalam minuman Ericko di sebuah acara perjamuan, ingin mempermalukan pria itu di depan umum.
Namun, Natasha tidak pernah menyangka bahwa dia akan digendong masuk ke dalam kamar presidensial, hingga tubuhnya hampir hancur karenanya .... 
Selama dua tahun menikah, James Hauten bersikap sangat dingin padanya, bahkan urusan ranjang pun dibatasi hanya sebulan sekali.
Karena mencintainya, Adele Suria menerimanya dengan ikhlas. Dia yakin suatu hari nanti bisa menghangatkan hati suaminya.
Hingga pada hari ulang tahun pernikahan, dia menyaksikan sendiri suaminya dan kakak iparnya yang janda bergumul dalam gairah yang membara di kantor. Saat itu dia baru sadar ternyata bukan James yang dingin secara seksual.
Namun orang yang dia cintai sama sekali bukan dirinya!
Adele pun benar-benar pasrah dan melepaskan semuanya. Dia memilih bercerai dan membangkitkan kembali kejayaan keluarga.
Saat dia berhasil membawa perusahaannya masuk ke jajaran 500 besar dunia dan menjadi wanita terkaya nomor satu di dalam negeri, James malah datang sambil memegang 999 tangkai mawar, berlutut memohon maaf.
"Adele, aku benar-benar sudah tahu salah, tolong beri aku satu kesempatan lagi."
Adele mundur dengan dingin. Pada saat ini, pangeran mahkota yang selama ini dikabarkan tak tersentuh muncul dan langsung menarik Adele ke dalam pelukannya. "Sampah, minggir jauh-jauh! Jangan mengotori mata istriku!" 

Tahun ketiga pernikahan mereka adalah tahun paling intens dalam pertengkaran mereka.
Pada hari ulang tahun pernikahan mereka, Selina Darma menunjukkan bukti sperma di dalam dirinya dan melaporkan William Tanjaya ke polisi.
"Halo, aku melaporkan William atas pemerkosaan!"
Di kantor polisi, William, berpakaian rapi dengan setelan jas, ujung jarinya berlumuran darah, memancarkan aura kendali penuh bahkan di balik jeruji besi.
Para petugas polisi mendekat, melirik malu-malu ke pengacara yang berdiri di sampingnya.
"Pak William, bagaimana kamu menyelesaikan masalah ini?"
Hati Selina menjadi takut. Mereka bertanya kepada William bagaimana menyelesaikan masalah ini, bukan bagaimana menghadapi William.
William mengangkat alisnya, senyumnya menawan dan berdiri untuk memegang dagu Selina.
"Lina, kamu benar-benar sudah melakukan segala cara untuk menjebakku."
"Tapi Lina, bagaimana kamu bisa berbohong terang-terangan? Saat kamu memberikan segalanya di ranjang, kamu nggak sekejam ini." 
Di kehidupan sebelumnya, Cassandra Nesmir mencurahkan seluruh cintanya dengan tulus dan memberikan segalanya. Namun yang dia dapatkan hanya kalimat dingin, apakah kamu pantas? Keluarganya hancur, nyawanya melayang karena dijebak. Dia mati di malam hujan yang memilukan, tanpa seorang pun tahu.
Dia terlahir kembali di usia delapan belas tahun. Dia bangkit dengan kekuatan penuh, menampar balik, membalas dendam, dan menghancurkan para bajingan satu per satu!
Dia bertekad menumpang kekuatan seorang bos besar. Siapa sangka bos ini sangat licik tak tertandingi dan memanjakannya habis-habisan tanpa banyak alasan!
Cassandra membakar, bos besar itu menambah kayu bakar. Cassandra menghajar para bajingan, dia mengawal dari belakang.
Jadi seluruh dunia pun tahu, putra keenam Keluarga Zemandes, yang konon berkuasa, dingin, dan tidak dekat dengan wanita, justru tunduk sepenuhnya pada seorang gadis kecil yang namanya bahkan tidak terkenal!
Bibir tipis Tuan Victor terbuka, suaranya rendah dan dalam. "Aku memanjakan istriku, itu sudah seharusnya."
Cassandra terdesak di sudut dinding, wajahnya memerah sambil mengeluh. "Bajingan! Kamu jelas-jelas sedang menindasku!"
Sorot matanya mengandung senyum dan menjawab tenang, "Aku menindas istriku, itu wajar dan sah."
Seluruh dunia menunggu putri kaya bodoh itu dibuang. Namun yang mereka dapatkan justru terbongkarnya identitas gandanya, berbagai topeng pun terbuka satu per satu! Semua orang tercengang dan kagum. Dua-duanya adalah bos besar yang tidak boleh disinggung. 
"Nona Nindya, hasil pemeriksaan menunjukkan Anda mengidap kanker pankreas stadium akhir. Kondisinya kurang begitu baik. Jika Anda menolak pengobatan, kemungkinan hidup Anda nggak sampai satu bulan lagi. Apa Anda yakin nggak mau menjalani perawatan? Apa suami Anda juga sudah setuju?"
"Aku yakin ... dia akan setuju."
Setelah menutup telepon dokter, aku menatap sekeliling rumah yang kosong, rasa perih di hatiku tak tertahan lagi.
Kukira selama ini hanya sakit lambung lama yang kambuh, tak disangka ternyata kanker.
Aku menghela napas, lalu memandang foto berbingkai di atas meja.
Di dalam foto, Jensen Setiawan yang berusia delapan belas tahun menatapku dengan penuh perhatian.
Bertahun-tahun telah berlalu, namun aku masih mengingat hari itu dengan jelas. Kelopak bunga putih berguguran, menempel di rambut kami dan Jensen tersenyum sambil bertanya, apakah ini sudah bisa disebut menua bersama? 



Ling Yiran dijatuhi hukuman tiga tahun penjara akibat kecelakaan mobil yang menewaskan tunangan Yi Jinli, orang terkaya di Kota Shen. Ketika dibebaskan dari penjara, wanita ini entah bagaimana membuat Yi Jinli penasaran. Ling Yiran berlutut di tanah dan memohon padanya, "Yi Jinli, bisakah kau membebaskan aku?" Tapi Yi Jinli hanya tersenyum dan berkata, "Aku tidak akan pernah membebaskanmu." Yi Jinli adalah orang yang sama sekali tidak peduli pada siapapun dan pada semua orang, tetapi entah mengapa, dia melakukan apa saja untuk menyenangkan gadis tukang bersih-bersih yang telah dipenjara selama tiga tahun ini. Namun, peristiwa kecelakaan mobil itu telah merampas semua cinta Ling Yiran kepada Yi Jinli dan dia berusaha untuk melarikan diri. Beberapa tahun kemudian, Yi Jinli tersungkur memelas, "Yiran, selama kamu kembali di sisiku, aku akan melakukan apa saja untukmu." Ling Yiran hanya menatapnya dengan dingin dan berkata, "Kalau begitu, mati sajalah." 
Di tahun ketiga pernikahan rahasia kami, aku akhirnya hamil.
Dengan penuh kegembiraan, aku pulang ke rumah berniat menyampaikan kabar baik ini pada suamiku, Darren Porat.
Namun, di area pintu masuk, aku justru mendengar dia sedang menelepon seseorang.
"Darian, Sania sudah mengambil alih Geng Eldan. Aku berencana bicara terus terang dengan Sharon. Kalau kamu masih belum bosan tidur dengannya, beberapa hari ini aku serahkan dia padamu."
Suara yang terdengar mirip suamiku, namun lebih liar dan berani, pun terdengar.
"Boleh juga, Kakak. Kamu benar-benar setia sekaligus murah hati. Demi menjaga kesucian untuk Sania, bahkan istri sendiri pun bisa kamu biarkan tidur dengan saudaramu. Kamu nggak takut kalau suatu hari nanti dia tahu kalau selama bertahun-tahun yang tidur dengannya itu sebenarnya adalah adik kembar suaminya, dia akan hancur?"
Suara suamiku terdengar dingin dan penuh rasa jijik.
"Memangnya wanita bodoh yang bisa ditipu hanya dengan satu akta nikah palsu pantas menjadi istriku? Lagi pula, wanita sebodoh dia, sudah tiga tahun pun nggak menyadarinya. Ke depannya juga nggak akan pernah sadar."
Seluruh tubuhku langsung terasa dingin.
Ternyata, cinta yang selama ini kukira sudah ditakdirkan untukku ....
Hanyalah sebuah permainan keji yang dirancang dengan cermat oleh suamiku dan adik kembarnya demi mewujudkan keinginan wanita yang dicintai. 
Enam tahun lalu, dia dijebak oleh saudara perempuannya yang jahat dan ditinggalkan oleh suaminya saat dia hamil.Enam tahun kemudian, dia memulai hidup baru dengan identitas yang berbeda. Anehnya, pria yang sama yang meninggalkannya di masa lalu tidak berhenti mengganggu di pintu depan rumahnya. ”Nona Gibson, apa hubungan Anda dengan Tuan Lynch?"Dia tersenyum dan menjawab dengan acuh tak acuh, "Aku tidak mengenalnya." "Tetapi sumber mengatakan bahwa Anda pernah menikah."Dia menjawab sambil menyelipkan rambutnya, “Itu hanya fitnah. Aku tidak buta, Anda tahu itu. ”Hari itu, dia dihimpit ke dinding saat dia melangkah di pintunya. Ketiga bayinya bersorak, “Ayah bilang mata ibu buruk! Ayah bilang dia akan memperbaikinya untuk ibu!"Dia meratap, "Tolong lepaskan aku, sayang!" 
"Tante Tania, waktu yang kita sepakati dulu adalah sepuluh tahun. Sekarang masa sepuluh tahun itu sudah berakhir, aku ingin membawa Nina pergi."
"Bibi juga tahu, dia selama ini nggak pernah menyukai Nina."
Di ruang teh, Wendy Siswanto mengucapkan kalimat itu dengan ekspresi pahit.
Dia hidup bersama Haris Sutomo selama sepuluh tahun, tetapi selama sepuluh tahun itu hati pria itu tidak pernah berhasil dia hangatkan.
Hingga suatu kali mabuk, Haris menekannya di atas ranjang, dan dalam kekalutan hasrat, mereka memiliki seorang anak.
Setelah kejadian itu, pria itu memberi Wendy sebuah vila, serta setuju gadis itu melahirkan anak tersebut. Satu-satunya syarat adalah anak itu tidak boleh memanggilnya ayah, dan di depan orang luar, Haris tetap berstatus lajang.
"Aku nggak mungkin menikahimu, buang saja harapan itu."
"Biaya membesarkan anak akan kuberikan, tapi jangan harap aku mengakui identitasnya. Aku nggak punya anak ini." 
Di kompleks perumahan institut pada tahun 80-an, semua orang menyadari bahwa Diana telah berubah.
Pukul enam pagi, dia tidak lagi bangun lebih awal untuk memasakkan bubur millet dan merebus telur bagi Yanto, tidak lagi menyetrika jas putih Yanto hingga tanpa satu lipatan pun.
Tepat tengah hari, dia tidak lagi seperti biasanya menunggu di depan gerbang institut penelitian, menenteng kotak makan berisi makanan hangat untuk sosok yang selalu datang terlambat itu.
Pukul sepuluh malam, dia tidak lagi menyalakan lampu dan duduk di depan jendela, lalu menunggu Yanto pulang kerja sekalipun sedang hujan.
Perubahan itu terus berlanjut selama seminggu penuh.
Pada malam ketujuh, pukul sepuluh lewat tiga puluh, Yanto mendorong pintu masuk rumah. Dia meletakkan berkas penelitian di tangannya, melepas mantel yang masih berbau laboratorium, lalu akhirnya menatap Diana yang sedang membaca di bawah lampu.
"Ada apa denganmu belakangan ini?" 

Pada usia enam belas tahun, ayah Alisa Laurent meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Bahkan sebelum masa tujuh hari berkabung usai, ibunya telah membawanya menikah lagi dan bergabung dengan Keluarga Winata. Alisa menolak gagasan kehidupan baru yang selalu dibanggakan ibunya. Penolakan itu pula yang membuatnya sulit menerima kehadiran adik tiri, Andre Winata. Andre mengenakan kemeja putih berpotongan rapi, dengan semua kancing terpasang hingga ke bawah jakun. Sikapnya sangat tenang. Saat pertama kali bertemu sosok anak baik yang selalu dipuji ibunya, dorongan untuk mengusik citra sempurna itu justru bangkit dalam dirinya. Mengganggu Andre pun segera menjadi satu-satunya hiburan baginya di vila yang senyap itu. Dia melonggarkan dasi Andre yang selalu tertata tanpa cela, meninggalkan jejak kaki di sepatu putihnya, serta menempelkan permen karet pada halaman pembuka buku pelajarannya. Tindakan yang paling keterlaluan adalah ketika Alisa menggiring Andre untuk menguping percakapan ayah tiri dan ibunya di balik dinding kamar. Dia melihat ujung telinga Andre memerah, Alisa mendekat, lalu berbisik di telinganya. "Anak baik, apakah kamu tahu apa yang sedang mereka lakukan?" Andre seketika menepis tangan Alisa. Andre seketika menepis tangan Alisa. Napasnya memburu, dadanya naik turun menahan emosi. Di sorot matanya bergolak rasa malu, tersinggung, dan keterpojokan yang menyesakkan. 
Bahkan setelah 2 kali kehidupan, Rose masih belum bisa melelehkan hati Jay Ares yang seperti bukit es. Patah hati, Rose memilih untuk hidup berpura-pura dalam pengaruh seorang lelaki idiot, menipu si lelaki dan kabur membawa 2 orang anaknya. Tuan Ares sangat marah karena hal tersebut, orang-orang di sekitar sudah mengira bahwa ini adalah akhir dari kehidupan si Rose. Tiba-tiba keesokan harinya, Tuan Besar Ares terlihat duduk berlutut di tengah jalan dan merayu seorang anak kecil manja, “ Ayo, jangan nakal dan mari pulang bersamaku!”“Aku akan mengikutimu, tapi dengan syarat!”“Katakan apa syarat-syaratnya?”“Kamu tidak boleh membuliku, berbohong padaku, dan terutama tidak boleh memasang muka masam di depanku. Kamu harus selalu menyapaku sebagai orang yang paling cantik, dan kamu harus tersenyum setiap kamu memikirkanku…”“OK, baiklah!”Setiap orang yang menyaksikan hal itu terheran-heran! Apakah ini hanya misteri yang selama ini belum mereka ketahui tentang bagaimana menaklukkan Mr Ares? Mr Ares sendiri tampak kehabisan akal, karena dia tidak dapat menghukum si gadis kecil, Ia hanya bisa memanjakannya sampai si anak puas. 
Tiga tahun lalu, sambil menggenggam surat diagnosis kanker lambung, aku tersenyum menenangkan Alvin yang matanya merah berkaca-kaca.
"Cuma kanker kecil, gampang dibereskan kok," ucapku.
Tangis Alvin malah makin menjadi-jadi, dia juga memelukku begitu erat hingga tulangku terasa sakit.
"Nabila, berjanjilah padaku, kamu harus baik-baik saja."
"Aku akan menunggumu kembali dengan sehat untuk menikah denganku!"
Demi bisa bertahan hidup, hampir seluruh lambungku harus diangkat.
Hari-hariku selanjutnya hanya ditemani segenggam obat dan rangkaian kemoterapi tanpa henti.
Tiga tahun kemudian, akhirnya aku sembuh, dan kembali lagi ke sisi Alvin.
Di pesta penyambutan, sahabat wanita Alvin tersenyum sambil mengangkat gelas dan berkata.
"Selama kamu di luar negeri, Alvin selalu jaga kesetiaannya untukmu."
"Setiap malam aku jaga di ranjangnya untukmu. Sudah kupastikan, nggak ada orang lain di balik selimutnya."
"Bahkan di dua buah 'leci kecil' itu sudah aku tato sendiri dengan tulisan 'Jangan Mendekat!"
Keramaian di meja makan mendadak sunyi hingga jarum jatuh pun terdengar.
Aku memaksa mengabaikan rasa sakit menusuk halus di dadaku.
Aku pun ikut tersenyum sambil mengangkat gelas dan menanggapi.
"Kalau begitu, mau diberi penghargaan Juara Penghangat Ranjang, ya?" 
Pada usia delapan belas tahun, Cynthia Tandri mengalami pelecehan seksual oleh seorang pria tak dikenal yang sedang mabuk.
Dia melapor ke polisi dan sambil menahan tekanan serta ketakutan yang luar biasa, dia bersikeras menyeret pria berlatar belakang kuat itu ke penjara.
Namun, bayang-bayang mimpi buruk itu terlalu dalam. Begitu dalam hingga selama beberapa tahun berikutnya, setiap kali ada pria yang mendekatinya sedikit saja, tubuhnya akan gemetar tak terkendali, disertai rasa mual, bahkan muntah.
Dia mengira hidupnya akan berakhir seperti itu, hancur, ternodai, tak lagi mampu mencintai atau menjalani hidup seperti orang normal.
Sampai akhirnya Stanley Permadi muncul.
Pemimpin keluarga paling berpengaruh di Kota Jinantara, justru menaruh perhatiannya pada gadis sederhana ini, yang bahkan menyimpan "noda" di masa lalunya, dan mulai membuka lembaran cinta padanya. 
Di rumah hantu udara dingin berhembus, suara efek menyeramkan.
Aku pura-pura takut, dan menempel ke orang di sampingku.
"Kak, temani aku jalan, ya."
Sampai lampu menyala, aku baru tahu ternyata orang itu mantan suamiku, Harris Bintara.
Teman-temannya tertawa, sekelompok pria dan wanita menatap diriku dengan tatapan penuh penilaian.
"Pantas saja disebut spesialis jadi selingkuhan, panggil 'Kak' saja bikin orang lemas."
"Dulu goda paman jadi suami, bikin Harris jatuh, sekarang masih berani nempel lagi?"
"Mana bisa dibandingkan dengan kakaknya, Elina Asera, putri sah dari keluarga terhormat!"
Putri sah?
Dua kata itu nyaris membuatku tertawa.
Mereka tidak tahu, akulah putri sah yang ditukar oleh ayah kandungku sendiri.
Namun, semua itu sudah tidak penting.
"Ini hanya permainan kecil antara aku dan suamiku," ucapku dengan nada datar.
Harris menjauhkan dirinya dariku.
"Vina, sekarang aku ini kakak iparmu, jaga sikapmu," ucapnya dengan nada sedingin es.
Aku mundur dua langkah, lalu tersenyum sempurna.
"Pak Harris salah ingat, aku nggak pernah punya kakak."
"Dan soal tadi ... "
Mataku menyapu wajah Harris yang sedikit kaku, lalu aku menambahkan pelan.
"Aku cuma salah orang saja." 




Nadia Amrani adalah gadis manis yang tumbuh dengan penuh perhatian dan kasih sayang. Namun dia justru jatuh cinta pada Darian Prasetya, seorang playboy yang terkenal di kalangan mereka.
Nadia berjuang keras hingga akhirnya berhasil menjadi kekasih Darian.
Demi tetap berada di sisinya, Nadia mempelajari berbagai posisi, memainkan berbagai permainan dengan Darian, dan memenuhi hasrat pria itu siang dan malam.
Saat gairah mereka memuncak, Darian kerap membisikkan kata-kata lembut di telinganya.
"Sayang, kamu hebat. Kamu cepat sekali belajar."
"Rileks, jangan terlalu tegang."
"Ya ... begitu Sayang, aku sangat mencintaimu."
Nadia adalah perempuan yang paling lama bertahan di sisinya, hingga semua orang di sekeliling mereka mengira Darian benar-benar telah berubah.
Hingga malam ini, setelah momen intim mereka di depan jendela besar, Darian membawa Nadia ke sebuah pesta. 
Madeline Crawford mencintai Jeremy Whitman selama dua belas tahun, tapi pada akhirnya justru pria itu yang mengirimnya ke penjara. Di antara penderitaan dan rasa sakit, Madeline harus menyaksikan kekasihnya jatuh cinta dengan wanita lain… Lima tahun kemudian, Madeline kembali dengan kekuatan baru, bukan lagi gadis yang sama dengan gadis yang telah diremehkan oleh pria itu bertahun-tahun yang lalu! Dengan kekuatan baru yang ia dapatkan, Madeline akan mencabik-cabik siapa pun yang berpura-pura baik dan menginjak manusia tidak bermoral di muka bumi ini. Namun, tepat pada saat ia hendak membalas dendam pada pria yang telah menyakitinya… Pria itu tiba-tiba berbalik dari seorang pria dingin, psikopat tanpa perasaan, menjadi pria penyayang, hangat, dan penuh cinta kasih! Bahkan, pria itu mencium kakinya di depan banyak orang, saat berjanji padanya, “Madeline, aku salah telah mencintai gadis lain. Mulai saat ini, aku akan menghabiskan seluruh sisa hidupku untuk menebus kesalahanku.” Yang dijawab oleh Madeline, “Aku hanya akan memaafkanmu jika kau…mati.” 

[Pak Stefano, perjanjian perceraian ini sah. Setelah ditandatangani, hubungan pernikahan akan otomatis berakhir dalam satu bulan.]
Stefano Ferdian duduk di depan komputer, berkonsultasi dengan layanan bantuan hukum. Setelah mendapat jawaban yang diinginkannya, dia mengucapkan terima kasih lalu keluar dari jaringan.
Dengan langkah terpincang-pincang, dia membuka pintu. Setumpuk foto jatuh dari atas pintu, ujungnya yang tajam menggores pipinya. Stefano menatap foto keluarga itu tanpa ekspresi.
Istrinya, Wenny Subrata, tersenyum bahagia, memperlihatkan kelembutan yang tak pernah dia lihat sebelum mereka menikah.
Anak yang dia besarkan selama lima tahun, Zian, tampak begitu bahagia, seolah kebahagiaannya itu hampir meluap.
Ironisnya, dalam foto keluarga yang disebut-sebut itu, pria yang berdiri di tengah bukan Stefano, melainkan mantan kekasih Wenny, Sandy Winarto.
Jelas ini ulah Zian. Sejak setengah tahun lalu, setelah Sandy kembali ke negara ini, keberadaan Stefano di rumah ini terasa makin tidak berarti. 
Untuk menyelamatkan kakak laki-lakinya, Tania Yovent dipaksa Ayah menikah dengan orang yang telah meninggal.
Namun siapa sangka, di malam pernikahan, pria yang telah meninggal itu tiba-tiba hidup kembali! Pria itu bahkan menciumnya, memeluknya, dan menggendongnya tinggi-tinggi, memanjakannya hingga membuat semua perempuan elite di kota setempat cemburu dan dengki.
Sayangnya, masa indah itu tak berlangsung lama ....
Cinta pertama suaminya tiba-tiba pulang!
Tania dengan tegas bercerai, serta menyembunyikan kehamilannya dan pergi ke rumah sakit.
Sejak itu, istri dan anaknya menghilang bagai ditelan bumi, membuat Javier panik!
Dia menggeledah seluruh kota hingga ke pelosok untuk menemukannya ....
Tania mencibir. Javier, bukannya kamu mau menikahi cinta pertamamu?
Javier yang angkuh itu justru memeluk Tania erat-erat, lalu berlutut dan memohon. "Tania, kamulah cinta pertamaku."
(1v1, nikah dulu kemudian jatuh cinta, bangkit dari kematian, kabur dengan kandungan, perjuangan merebut kembali sang istri) 
Aku kehilangan ingatan selama lima tahun. Ketika sadar, aku mendapati pria yang selama ini diam-diam kukagumi, Jason, telah menjadi suamiku.
Namun, dia sama sekali tidak memperlakukanku dengan baik.
Seluruh kelembutannya dia berikan kepada sahabat masa kecilnya. Bahkan ketika nyawaku berada di ambang bahaya, dia malah sibuk menemani sahabat masa kecilnya itu.
Semua orang mengatakan bahwa aku mencintai Jason setengah mati.
Bahkan jika pria itu memintaku menjadi budak bagi sahabat kecilnya, aku pun tidak akan menolak.
Sungguh menggelikan.
Aku sama sekali tidak mengingat orang semacam itu.
...
Aku tidak mengingat Jason, dia tidak memperlakukanku dengan baik, jadi wajar saja jika aku mengajukan perceraian.
Hanya saja kemudian, di tengah malam, pria itu mondar-mandir di depan rumahku dan enggan pergi.
"Sayang, bisa nggak kamu ... tatap aku sekali lagi?" 



Lampu sirene mobil polisi menyala di lokasi terjadinya kecelakaan beruntun malam itu.
Aku memegang papan klip dan berjalan menuju bagian belakang mobil yang rusak. Siapa sangka aku malah bertemu dengan mantan suamiku, Faris Lupito, dan putra kami, Daffin Lupito, di tempat seperti ini.
Daffin tertegun melihatku. Dia lalu menarik lengan baju Faris.
"Ayah, orang itu mirip banget sama Ibu."
Tanpa mendongak, Faris hanya menjawab sambil memeriksa pintu mobil.
"Ibumu di rumah, jangan asal bicara."
Tapi dia lalu menoleh.
Saat kami akhirnya saling pandang, seluruh tubuhnya membeku seketika.
Detik berikutnya, dia menerjang ke arahku. Dia mencengkeram pergelangan tanganku, lalu bertanya dengan napas yang masih tersengal, dan suara yang terdengar bergetar.
"Luna? Kamu ... masih hidup?"
Aku melepaskan cengkeramannya sambil mengerutkan kening. Kemudian mulai menulis lagi.
"Pak, aku sedang tugas. Tolong kerja samanya."
Ayah dan anak itu terdiam mematung di tempat. Mereka terdiam menatapku yang bersikap dingin.
Setelah selesai mengurus lokasi kejadian, aku kembali menaiki motorku dan hendak pergi.
Tapi dua orang itu malah mengejarku.
Daffin memanggil dengan suara pelan, "Ibu ... "
Faris menelan ludah. Dia terlihat tegang saat berkata.
"Luna, ingatanmu ... sudah kembali?"
Aku mengangguk, lalu menjawab dengan nada datar.
"Iya. Aku sudah pulih sejak ledakan lima tahun lalu." 
Valeria Canir dan Henros Sastian adalah dua "iblis dunia" yang sudah dikenal semua orang di kalangan elite ibu kota. Valeria pernah menghancurkan bar, membakar yacht, menyiram wajah mantan pacarnya dengan anggur merah di depan umum, dan menabrakkan mobil sportnya hingga merusak kamera para paparazi. Sementara itu, Henros pernah ngebut balap liar, membalik meja judi, dan membuat siapa pun yang menyinggungnya bangkrut sampai harus berlutut memohon ampun sambil tetap tersenyum mengangkat gelas untuknya. Tak ada yang menyangka, dua "leluhur" ini akhirnya menjalin pernikahan aliansi bisnis. Begitu kabar itu tersebar, seluruh kalangan elite itu serentak menarik napas dingin, dua orang ini tinggal serumah, apa atapnya tidak bakal terbang? 
Setelah mengalami keguguran, Camelia Darian berubah menjadi sosok istri yang selama ini diidamkan oleh James Safran. Dia tidak lagi menceritakan momen kesehariannya, tidak lagi menelepon sepanjang malam saat suaminya tidak kunjung pulang. Bahkan ketika dijebak hingga harus berurusan dengan polisi, dia hanya menjawab dengan tenang bahwa dia tidak memiliki keluarga saat pihak kepolisian memintanya memanggil keluarganya sebagai penjamin agar bisa bebas. Kemudian, dia menjalani masa penahanan selama satu minggu tanpa bantahan. Tujuh hari kemudian, di suatu senja, gerbang besi kantor polisi berdenting terbuka. Baru saja Camelia menuruni anak tangga, sebuah mobil Maybach hitam mendadak berhenti tepat di hadapannya. Pintu terbuka, lalu James turun dengan setelan jas khususnya yang sempurna. Pria itu tampak jangkung dan tegap, tetap memancarkan aura dingin yang mulia, serta pesona yang tenang. Dia tampak seperti rembulan yang agung, tetapi tidak tersentuh. 
Nara Lintang tak pernah menyangka bahwa hubungan jarak jauh lintas negara yang akan segera berakhir justru menutup kisahnya dengan akhir yang begitu pahit dan memalukan.
Bagaimanapun juga, cinta Reza Perdana kepadanya adalah sesuatu yang tak tertandingi.
Dia adalah direktur rumah sakit yang sibuk. Namun demi Nara, dia menempuh hampir sembilan ratus penerbangan ke luar negeri, bolak-balik dengan total waktu terbang mendekati sepuluh ribu jam.
Meski setiap pertemuan selalu singkat dan terburu-buru, Reza tetap memeluknya erat dan berkata dengan suara rendah bahwa semua itu dia jalani dengan sepenuh kerelaan.
Hadiah yang Reza kirimkan kepadanya pun tak terhitung jumlahnya.
Dari yang kecil seperti surat cinta tulisan tangan sepanjang ribuan kata, hingga yang besar seperti kalung bernilai miliaran yang dia menangkan di balai lelang.
Selama dia merasa sesuatu itu bisa membuat Nara tersenyum, dia akan mempertaruhkan segalanya untuk meraihnya sekalipun itu adalah bintang di langit.
Cinta yang terukir hingga ke sumsum tulang itu tak pernah berubah sedikit pun selama tiga tahun penuh.
Namun, ketika Nara pulang ke tanah air dengan penerbangan semalaman, lalu mendengar teman-teman masa kecil mereka memuji betapa setianya cinta Reza kepadanya, Reza justru membantahnya dengan suara serak ...
Nara harus mengakui bahwa saat itu, hatinya seolah dicabik ribuan pisau, dan rasa sakitnya tak ubahnya hukuman yang dijalani perlahan, irisan demi irisan. 

Pernikahan antara Wulan Wibisana dan Fajar Yandika menjadi topik yang paling banyak dibicarakan di kalangan elite Kota Arunika.
Wulan, putri tertua Keluarga Wibisana, dikenal sebagai gadis yang penuh kebebasan, berjiwa pemberontak, dan memiliki kecantikan yang memikat sekaligus tajam.
Sedangkan Fajar Yandika, pewaris Keluarga Yandika, terkenal dengan sikap dingin, disiplin ketat, serta kendali penuh pada kekuasaan keluarganya.
Meskipun keduanya seperti dua kutub yang sangat berbeda, mereka tetap hidup bersama dalam ikatan pernikahan selama tiga tahun.
Pada tahun pertama mereka, Wulan diwajibkan menghafal dan menaati tiga ribu aturan Keluarga Yandika. 
Pak Ferdy berkata, apa yang diutang harus dibayar. Dia berutang padanya seorang anak. Anak itu telah dibayar, tetapi Pak Ferdy masih menginginkan bunga. Jessy bertanya kepadanya, bunga itu apa? Ferdy menatapnya, jakunnya bergerak naik turun, "Bunganya adalah ... kamu." Jessy menolak, "Ini perselingkuhan." Pria itu malah menjawab, "Nggak, aku sedang mengejar puisi dan kejauhan." Belakangan, Jessy berdiri di atas rel kereta, dan di tengah deru kereta api yang melintas, dia melihat puisi dan kejahuan miliknya sendiri ....