Bab 11
Sejak hari itu, aku tidak pernah bertemu Faris lagi.
Dari kabar rekan-rekanku di kantor polisi, putra mahkota Keluarga Lupito dari Kota Sujarbaya itu sudah bercerai enam bulan lalu.
Niken, mantan istrinya, pergi ke luar negeri bersama putrinya tanpa meminta uang tunjangan sepeser pun.
Faris sendiri juga tidak menikah lagi.
Dia menyerahkan urusan perusahaannya ke manajer profesional, sementara dirinya pergi ke Suris bersama anaknya. Kabarnya, Faris membeli perkebunan kecil di sana sambil menemani Daffin bersekolah.
Saat rekan-rekanku membicarakan kabar itu, mereka selalu diam-diam memperhatikan ekspresiku.
Aku hanya senyum kecil dan terus merapikan laporan kecelakaan.
Kemudian, di suatu sore musim hujan, aku mendapatkan sepucuk surat tanpa alamat pengirim yang tertulis.
Surat itu sangat singkat, hanya berisi dua baris saja.
[Kak Luna, aku buka toko bunga kecil di Melanko. Putriku sehat, mirip denganmu. Maaf dan terima kasih.]
Tidak ada tanda tangan.
Tapi aku mengenali tulisan tangan di

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda