Bab 464
Merry terdiam cukup lama. Setelah itu, dia mendongak dan menatap mata Shayne yang dalam itu.
"Shayne, ayo kita cerai."
Suasana hening seketika.
Lama kemudian, Shayne akhirnya bertanya dengan suara rendah, "Merry, kapan kamu mau pulang?"
Merry mengernyit. Sambil menatap wajah tampan pria itu yang tenang dan santai, Merry berkata dengan nada datar, "Kalau kamu setuju, aku siap pulang kapan saja. Di mana pun sama untuk memulihkan kesehatan."
Dulu setiap kali Merry mengajukan perceraian, Shayne pasti akan menunjukkan kemarahannya. Akan tetapi, Shayne sangat tenang hari ini.
Merry sangat terkejut.
Apakah Shayne sudah menerima hal ini?
"Soal Marco, akan kupercepat penanganannya." Ekspresi Shayne tetap tenang. Nada suaranya juga datar. "Kita langsung pulang setelah keadilanmu ditegakkan."
"Setelah pulang, maukah kamu cerai denganku?"
Shayne menatap Merry dengan tenang. "Merry, kamu boleh marah atau bertingkah sesukamu, tapi soal cerai, kurasa sudah kujelaskan dengan cukup jelas."
Merry menari

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda