Bab 462
"Lepaskan!"
"Kamu istirahat dulu. Aku akan segera menyuruhnya pergi."
"Kamu pikir aku masih percaya dengan omonganmu? Sebelumnya kamu berjanji padaku nggak akan bertemu dengannya lagi, dan nggak akan membiarkannya muncul di hadapanku. Tapi, kenyataannya? Hari ini Yuna tetap datang dan menjijikkanku."
Merry seakan-akan gusar, bersikeras ingin keluar.
Shayne tentu tidak mungkin membiarkannya pergi. Keduanya saling tarik-menarik di depan pintu.
Adegan ini membuat Yuna hampir meledak marah.
Dia merasa ini sangat konyol.
Jelas bahwa Merry sedang berpura-pura dan dengan sengaja bersikap marah pada Shayne di hadapannya. Apakah Shayne tidak bisa melihat ini?
Taktik ini begitu berkelas rendah dan tidak berkualitas. Yuna sendiri pun tidak sudi menggunakannya.
"Kamu baring dulu di ranjang. Aku akan membawanya keluar nanti," bujuk Shayne dengan suara rendah. Ekspresinya tidak menunjukkan ketidaksenangan sedikit pun.
"Kamu membawanya keluar?" Merry menatap Shayne dengan penuh arti. "Kalau memang ad

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda