Bab 453
Shayne terdiam selama beberapa saat.
Shayne menatap raut wajah Merry yang tampak sedang sakit, dan akhirnya melunakkan suaranya.
"Aku hanya nggak ingin Yuna terus menggangguku karena hal-hal sepele itu. Karena kamu nggak senang, hal-hal seperti ini nggak akan terulangi di masa depan."
Merry menatap wajah tampan pria itu. "Tapi, ada hal-hal yang sudah terjadi dan nggak bisa dianggap nggak pernah ada. Misalnya ... peristiwa penculikan kali ini."
Mata Shayne gelap bagai tinta. Dia menatap Merry tanpa berkedip dengan sorot mata yang dalam dan tak terbaca.
Untuk sesaat, Merry merasa seolah-olah dirinya terbaca jelas oleh pria ini.
"Merry." Shayne berkata dengan tenang, "Aku bisa menjanjikan hal lain untukmu, tapi sekarang belum ada bukti yang pasti tentang masalah ini. Apa kamu mengerti?"
"Jadi, apa kamu memercayaiku?"
Shayne menatap Merry sembari menjawab dengan suara datar, "Merry, kalau aku nggak memercayaimu, aku nggak akan terus menyelidiki tentang Marco. Hanya saja, bagimu saat ini, k

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda