Bab 452
Melihat ekspresi dingin wanita itu dan bibir cantiknya yang terkunci rapat, tiba-tiba tumbuh perasaan muram dalam hati Shayne.
Sejak mengetahui Merry dirawat di rumah sakit hari itu, meskipun sikap Merry terhadapnya tidak banyak berubah, Merry selalu bersikap dingin padanya.
Terhadap sikap dingin ini, Shayne sebenarnya juga bisa menerimanya.
Shayne tahu bahwa ada banyak ketidakpuasan dan kemarahan dalam hati Merry mengenai Yuna. Shayne juga bersedia untuk mengalah padanya.
Akan tetapi ....
"Merry, dugaan nggak bisa dijadikan bukti fundamental." Mata hitam Shayne yang terlihat dalam dan tajam tertuju pada mata Merry.
"Seharusnya kamu nggak mengucapkan kata-kata itu pada Yuna hari ini."
Merry mendongak dan menatap Shayne. "Kenapa? Kamu sakit hati?"
"Kamu jelas tahu bukan itu maksudku."
"Lalu, apa maksudmu?"
Mata Shayne diselubungi kedinginan. "Merry, apa yang ingin kamu lakukan?"
Bulu mata Merry bergetar halus, tetapi ekspresinya tetap tenang.
"Aku nggak begitu paham apa maksudmu. Aku su

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda