Bab 9
Di ruang rawat rumah sakit, Sandy berteriak-teriak kesakitan, tetapi setelah diperiksa, dokter mengatakan tidak ada masalah serius. Dia hanya diberi beberapa obat, bahkan tidak perlu dirawat inap.
Wenny melihat Sandy tampak menderita, sementara di sampingnya sang anak terus memperkeruh suasana, menggambarkan Stefano seburuk mungkin. Siapa sangka, seorang anak berusia lima tahun bisa melontarkan begitu banyak kata-kata kasar.
Wenny tiba-tiba menoleh, menatap anaknya yang terus berbicara tanpa henti.
Zian tertegun, langsung ketakutan.
Wenny menarik napas dalam-dalam, lalu bertanya, "Siapa yang mengajarimu kata-kata kotor ini? Apa kamu nggak punya sopan santun sama sekali?"
Selama bertahun-tahun ini, dia sibuk bekerja dan menyerahkan urusan rumah kepada Stefano.
Dulu, Zian sangat manis, begitu pulang ke rumah langsung menempel padanya.
Saat itu, anaknya seperti malaikat kecil yang menggemaskan.
Entah sejak kapan, Zian berubah menjadi anak yang licik di balik kepolosannya. Dia sering menin

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda