Bab 10
Wajah Wenny dingin membeku. Dia mengenali perjanjian itu, dokumen yang dia lemparkan lebih dari sebulan lalu saat bertengkar dengan Stefano, merasa dirinya terlalu menyebalkan, lalu mengajukan perjanjian perceraian.
Setiap kali Stefano melihat kata "perceraian", dia langsung terdiam dan tak berani bertindak lancang.
Dulu, Wenny juga sering mengancam dengan perceraian, dan itu selalu ampuh. Namun saat itu, karena terlalu marah, dia langsung mencetak perjanjian, menandatanganinya, lalu melemparkannya.
Tidak disangka, peluru yang ditembakkan sebulan lalu kini justru mengenai dirinya sendiri.
Melihat tanggal tanda tangan itu, tepat hari ini genap satu bulan.
Menyadari bahwa Stefano sudah berniat bercerai sejak sebulan lalu, Wenny marah besar, merobek perjanjian itu, lalu berteriak, "Aku nggak setuju!"
Baginya, Stefano hanyalah seorang pincang yang selama ini hidup dari uangnya.
Apa haknya mengajukan perceraian?
Wenny refleks ingin menelepon Stefano, memerintahkannya pulang, lalu dengan sik

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda