Bab 326
Tapi begitu mendengar ucapan itu, wajah Zavier langsung menjadi gelap.
Mata hitamnya menatap punggung Thalia dengan tajam. "Kamu harus ngomong seperti itu padaku, ya?"
Thalia berbalik, wajahnya tetap tenang, ekspresinya datar. "Aku hanya bilang yang sebenarnya. Ini memang rumahmu, 'kan?"
Dia berpikir sejenak, lalu menambahkan, "Sebenarnya aku juga nggak seharusnya terus tinggal di sini ...."
Sebelum menyelesaikan kalimatnya, tatapan dingin Zavier sudah menghentikannya.
Bulu matanya terkulai, dia terdiam sesaat lalu berkata pelan, "Lagi pula Hanisha bisa tinggal di mana saja dia mau."
Zavier tentu bisa merasakan kalau Thalia sedang tidak senang. Dia menundukkan matanya, menahan rasa tidak nyaman dalam hati.
Saat hendak menjelaskan lebih lanjut, pandangannya jatuh ke layar laptop Thalia.
Raut wajahnya berubah dingin. "Kamu mau ke Kota Hunggala?"
Di layar terlihat jadwal kegiatan dinas Thalia di Kota Hunggala.
Thalia berhenti dan berkata pelan, "Ya, aku ada dinas."
"Pergi bersama Janio?"

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda