Bab 4

”Penjelasan? Kenapa aku harus memberimu penjelasan?” ucap Harvey dingin. “Pertama, Mandy adalah istriku. Tolong jangan ganggu dia. Jika kau mau berbuat gaduh, lakukan di tempat lain!” “Kedua, jika istriku menyukai bunga mawar, aku akan membelikan itu untuknya! Dia adalah wanita yang cantik. Kau pikir barang murah dan standar begitu cocok untuknya? Aku akan mengirimkan bunga mawar dari Praha malam ini juga!” Don sungguh dingin. Dia sangat menikmati kekuasaannya di York Enterprise. ‘Bagaimana bisa seorang menantu seperti dia bicara seperti itu kepadaku?’ Selain itu, hal yang paling menyulutnya adalah kejadian saat Harvey melempar bunganya dan membawa Mandy ke lift. ‘Mau apa dia?’ Membayangkan itu semua, Don tiba-tiba tersenyum. Dia terlihat sangat yakin akan dirinya sendiri. “Mandy, bukankah kau membutuhkan lima juta dolar untuk dana perusahaanmu? Aku bisa membantumu soal itu.” “Apa?” Mandy terkejut. Don bicara dengan tenang, “Mandy, aku tahu perusahaanmu sangat membutuhkannya. Untungnya, aku punya uang sejumlah yang kau butuhkan sekarang dan itu bisa kau pakai untuk investasi. Jika kau mau makan siang denganku, uang itu akan jadi milikmu.” “Apa kau serius?” Mandy melepas tangan Harvey tanpa sadar. Perusahaannya memang sangat butuh uang sebanyak itu. “Aku selalu menepati janjiku.” Don terlihat percaya diri. “Tentu.” Setelah menimbang-nimbangnya, Mandy akhirnya setuju. Jika dia tidak mengumpulkan dana itu segera, perusahaannya mungkin akan bangkrut segera. “Mari, Mandy. Kita bicarakan proyeknya dan di mana tempat makan siang kita nanti...” ucap Don sopan. “Sayang! Jangan pergi dengannya!” sebelum Mandy bicara, Harvey menatap Don dengan amarah. Ekspresinya sangat terlihat emosinya memuncak. “Don, aku sudah memperingatkanmu. Lebih baik kau menyingkir dari istriku!” Don mengejek, “Apa yang bisa kau lakukan, kau hanya seorang menantu? Kenapa? Kau takut dia berselingkuh darimu?” Don senyum tipis. “Lelaki tidak berguna. Kau pikir kau bisa mengubah takdirmu?” “Aku...” ekspresi Harvey berubah dan ingin sekali berucap sesuatu. Tetapi saat itu, Mandy keluar dari lift dan berkata dengan dingin, “Harvey, jangan konyol.” “Apa aku konyol?” Harvey kaget. “Kau tahu betapa pentingnya investasi ini untukku?” Mandy memandang Harvey kecewa. ‘Jika kau lebih mampu, aku tidak akan sampai bersikap begini.’ Dia menghela nafas dan mengikuti Don keluar lobi. Lalu dia masuk ke mobil BMW-nya. “Sayang!” melihat Mandy yang naik ke mobil Don, dia bergegas mengejarnya. Lalu berkata, “Sayang, jangan pergi dengannya! Aku punya uang sebanyak itu! Aku akan memberikanmu lima juta dolar itu!” “Harvey, kenapa kau tidak cari kerjaann saja? Jangan berhalusinasi disini.” Mandy menghela nafas. “Tapi…” Harvey hampir berucap lagi. Don segera mendekatinya dan menepuk pundaknya, “Ada apa? Kau mencari pekerjaan untuk orang tidak berguna sepertimu? Kebetulan sekali, perusahaanku butuh tukang bersih-bersih. “Kau mau mencobanya? Kau akan dibayar sekitar dua ratus dolar setiap bulan. Aku akan membayar lima puluh dolar untuk subsidi karena demi membantu Mandy. Bagaimana?” Don sangat serius, “York Enterprise adalah perusahaan yang dimiliki Keluarga York. Tidaklah mudah untuk masuk ke perusahaan seperti York. Jangan hilangkan kesempatan emas ini. Kau harus pikirkan baik-baik!” Harvey menepis tangan Don dari pundaknya, “Aku tidak butuh!” “Oh! Tidak bersyukur sekali kau, Harvey!” Don menggelengkan kepalanya heran. Tak menghiraukan itu, dia segera masuk mobil BMW-nya karena jengkel akan sikap Harvey. “Sayang, jangan pergi. Aku sungguh dapat membantumu dengan uang lima juta dolar itu!” Harvey tidak menyerah dan memandang Mandy, berharap bahwa Mandy akan berubah pikiran. Sayangnya, Mandy mengabaikannya. “Harvey, berhentilah berteriak. Sebaiknya berhenti berkhayal karena kau memang miskin pada kenyataannya…” Don membuka kaca dan tersenyum menghinanya. “Kau mau bantu Mandy dengan apa? Uang? Kau tau CEO dari York Enterprise?” “Kau… Lebih baik kau pikirkan lagi mau kemana kau meminta uang saat kau ditendang dari Keluarga Zimmer…” Don tertawa lantang. Harvey berteriak, “Don! Jangan sombong hanya karena kau kaya!” “Oh, maaf, pecundang. Memang sungguh nikmat menjadi kaya. Aku bisa meminta istrimu masuk ke mobilku karena memang itu kemampuanku...” “Jika aku ingin dia masuk ke mobilku, dia tidak bisa menolaknya dan harus memenuhinya.” “Jika aku mau dia bercerai denganmu, dia juga harus bisa melakukan sesuai permintaanku.” Don tertawa puas. Setelah Don pergi dengan mobilnya, Harvey berdiri di depan pintu perusahaan Mandy dengan lunglai. “Manager Proyek biasa di York Enterprise bisa membuat istriku masuk ke mobilnya. Bahkan meminta istriku untuk cerai denganku.” “York Enterprise hanyalah perusahaan di bawah Keluarga York! Sialan!”. Sembari bergumam, dia mengambil teleponnya dan menelepon nomor yang sama di hari sebelumnya. “Ini aku. Aku bisa membantu York, tapi dengan dua syarat! Pertama, York Enterprise menjadi milikku mulai hari ini dan seterusnya! Kedua, bantu aku memesan bunga mawar terbaik dari Praha dan kirimkan ke Zimmer Advertising Company dengan karangan bunga yang indah yang paling disukai wanita!”