NovelRead
Open the NovelRead App to read more wonderful content

Bab 18

Seluruh tubuh Dicky membeku. Seperti disiram air es dari kepala hingga kaki. Dicky menatapnya dengan tidak percaya. Wajahnya kehilangan seluruh warna, pucat melebihi orang yang kehilangan banyak darah. Bibirnya bergerak, tapi tidak satu suara pun keluar. "Kali ini kamu kena satu tusukan." Alice menatapnya. Di matanya tidak ada suhu, hanya kehampaan yang dingin. "Lalu lain kali?" "Harus korbankan nyawa baru cukup?" "Dicky, cintamu datang terlalu terlambat." "Juga ... terlalu berat." Dia terdiam sejenak. Setiap kata berikutnya seperti paku es, menghantam keras ke dalam hati Dicky. "Aku nggak sanggup menerimanya." Setelah mengatakan itu, Alice tidak lagi menatapnya, juga tidak menoleh pada lengan pria itu yang gemetar hebat karena ucapannya, darah terus mengalir tanpa henti. Alice menopang lantai yang dingin dan bangkit berdiri sendiri, menepuk debu di tubuhnya, merapikan lipatan pakaiannya. Lalu berbalik, berjalan tenang menuju pintu gudang, menuju arah lampu polisi yang datang setelah m

Locked chapters

Download the NovelRead App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© NovelRead, All rights reserved

Booksource Technology Limited.