Bab 17
Sorot mata Dicky tidak bergeser sedikit pun dan jawabannya tegas tanpa ragu.
"Nggak mungkin."
"Selain dia, aku nggak mau siapa pun."
"Hahaha!" Kathy tertawa terbahak-bahak, sampai air mata keluar, tapi sorot matanya justru semakin gila. "Bagus! Setia sekali!"
"Kalau begitu, aku hancurkan dulu wajahnya! Aku mau lihat kamu masih cinta atau nggak dengan wanita jelek!"
"Kalau kamu berani menyentuh dia sedikit saja." Mata Dicky hampir keluar dari rongganya karena amarah. Setiap kata keluar dari sela giginya, "Aku akan membuatmu hidup lebih sengsara dari mati."
Sambil berbicara, dia menggeser langkahnya ke depan dengan pelan.
Emosi Kathy sudah sepenuhnya lepas kendali. Tangan yang menggenggam pisau gemetar hebat, tatapannya liar.
"Kalau begitu coba saja! Lihat aku berani atau nggak!"
Sebelum kalimat itu berlabuh, pergelangan tangannya mengeluarkan tenaga dan ujung pisau diarahkan dengan kuat ke wajah Alice!
"Alice!"
Ketika ujung pisau itu turun, Dicky seperti binatang buas yang menerkam mang

Locked chapters
Download the NovelRead App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link