Bab 15
Bagai petir menyambar di benaknya, Kresna mengepal ponsel hingga ruas jarinya memutih. "Kamu bilang apa?!"
Tepat saat itu, mobil melaju masuk terowongan dan sinyal hilang. Panggilan pun otomatis terputus.
"Putar balik! Kita langsung ke rumah Keluarga Angkara!" Suara Kresna dingin, menakutkan, matanya membara dengan kemarahan yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Sang asisten sampai gemetar memegang kemudi, dan dengan panik membalikkan arah mobil.
Seumur hidupnya, dia belum pernah melihat Kresna seperti ini.
Pria yang biasanya selalu tenang dan terkendali itu kini bermata merah menyala, rahangnya mengeras seakan siap meledak kapan saja.
Mobil melaju kencang ke vila Keluarga Angkara. Tanpa menunggu, Kresna menendang pintu dan masuk.
Dirga duduk di sofa sambil menyeruput teh. Dia terkejut hingga hampir menjatuhkan cangkir. "Kresna? Kenapa kamu ... ?"
"Vanya sudah menikah dan dibawa ke Kota Altara?" Kresna mengucapkan setiap kata dengan sangat lambat, seolah memaksanya keluar dari mulut.

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda