Bab 23
Panggilan telepon berakhir, akhirnya Tamara tidak kuasa menahan diri lagi. Tamara menutupi wajahnya dan menangis tersedu-sedu.
Tamara sudah kehilangan putri kandungnya lalu kehilangan putri angkat yang telah dibesarkan selama lebih dari satu dekade.
Keduanya tidak akan kembali. Tamara sudah tidak punya apa-apa lagi ....
Tamara memukul dadanya berulang kali, membenci dirinya sendiri karena sudah melakukan begitu banyak hal bodoh.
Erick meraih tangannya, menghentikannya dari menyakiti diri sendiri, secercah harapan terpancar di wajahnya.
"Bu, dengarkan aku! Aku rasa masih ada harapan!"
"Apa?" Tamara mendongak, matanya berlinang air mata.
"Bu, aku baru saja menerima transfer dari Elina, dua puluh miliar! Siapa yang memberi dua puluh miliar untuk tunjangan anak?"
"Dia pasti menggunakan tunjangan anak sebagai alasan untuk mentransfer uang, tapi sebenarnya dia membantu kita melewati masa sulit ini!"
"Apa Ibu nggak dengar dia masih menyimpan dendam atas apa yang Ayah katakan? Itu berarti dia

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda