Bab 21 Akhir Cerita
Menyadari ekspresi Javier tidak beres, wajah Tania menjadi pucat pasi.
Jangan-jangan anak di dalam perutnya bukan hasil bayi tabung?
Dengan panik dia maju, ingin merebut laporan itu dari tangan Javier.
Namun Javier melemparkan tatapan dingin padanya, tubuhnya sedikit menyamping.
Tania gagal merebut laporan itu, malah tersayat oleh tatapan Javier. Wajahnya makin pucat, dia menatap Javier dengan gelisah, menunggu reaksi pria itu.
Hannah sangat pandai membaca situasi. Melihat wajah Javier berubah seburuk itu, dia segera tahu pamannya telah menukar cairan ketubannya dengan milik Tania.
Dalam hati dia merasa puas, menantikan agar Nenek Silvia segera tahu hasilnya dan mati karena marah.
Nenek Silvia dibuat Javier tegang setengah mati. Dia menatap Javier dengan cemas, suaranya sedikit bergetar, "Javier, bagaimana hasilnya?"
Javier menarik kembali hawa dingin di matanya. Suaranya datar, tak terdengar emosi apa pun, "Nek, anak-anak itu milikku."
Begitu mendengar itu, Hannah hampir saja berseru

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda