Bab 13 Posisi Nyonya Keluarga Budiman
"Nenek sedang memulihkan diri, hal seperti ini cukup bilang padaku saja, kenapa harus datang dan mengadu ke Nenek?"
Bibir pria yang dingin itu mendekat ke telinganya, suaranya rendah dan enak didengar.
Sangat pelan dan lembut, tatapi bagi Tania, itu justru menangkap hawa dingin yang membuat bulu kuduk berdiri.
Kepala Tania berdengung, jantungnya berdebar kencang.
Bahkan terhalang pakaian, dirinya masih bisa merasakan suhu tubuh pria itu.
Aroma segar di tubuh si pria berputar di ujung hidungnya.
Tania menangkap nada meremehkan dalam ucapan Javier. Pria itu mengira dirinya sedang mengadu tentang Yuni kepada Nenek Silvia.
Tania ingin menjelaskan, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana.
Begitu teringat Yuni adalah ibu Hannah, dan Hannah adalah wanita yang disuka pria itu, hati Tania pun terasa sedih.
Yuni kelak akan menjadi ibu mertuanya, tentu Javier tidak akan menyalahkan Yuni karena memukulnya.
Tania memandang Nenek Silvia dan dengan susah payah berkata, "Nek, urusan kecil seperti ini

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda