Bab 98 Kalau Sembarangan Sentuh Lagi, Aku Potong Cakarmu
Subuh jam satu.
James akhirnya sudah kembali sadar, dia melepaskan tubuh wanita itu.
Emosi Anggita meledak, dia menampar wanita itu beberapa kali dan mengancam, "Kalau kamu berani sebarkan masalah malam ini, aku pasti bunuh kamu! Enyahlah!"
Wanita itu menutup wajahnya yang sakit, dia lari sambil merapikan bajunya.
Setelah dia pergi, James langsung memeluk Anggita, "Jangan marah lagi, nanti pulang kamu bantu aku bersihin saja deh."
Sebenarnya wanita itu tidak pergi, dia pergi ke semak hijau di depan sana.
Ada sosok yang keluar dari kegelapan.
Wanita itu berkata dengan hormat, "Tuan Muda Carman, aku sudah melakukan perintah Anda, mohon ampuni Keluarga Pardes."
Carman menyelipkan tangannya ke dalam saku dan bersandar di pohon. Mata indahnya samar-samar melengkung, "Tenang saja, aku pasti tepat janji."
"Terima kasih Tuan Muda Carman."
Wanita itu sengaja tidak merapikan tali di bahunya, dia menunjukkan bahunya yang putih dan lembut.
Carman melirik bahunya, tatapannya langsung dingin, "Kalau

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda