Bab 91 Menggoda Hatinya Sampai Gelisah
Begitu melangkah keluar dari vila itu, angin sejuk langsung bertiup, seketika membuat Adele tersadar.
"Kita pergi sekarang, apakah nggak masalah?"
Nando melepas jasnya dan menyampirkannya di bahu Adele, "Nggak masalah, sebentar lagi juga berakhir."
Jas dipenuhi aroma Nando, aroma cendana yang matang dan kuat.
Nando juga sudah minum, aroma anggur merah yang memikat dengan kehangatan tubuhnya, sepenuhnya menyelimuti Adele.
Adele menarik napas dalam-dalam, seolah-olah mabuk oleh pesona maskulinnya, hatinya bergejolak hebat.
Sama sekali tidak bisa menenangkan dirinya.
Matanya diam-diam melihat ke arah Nando sekilas.
Wajah tampannya seperti patung, setiap inci proporsinya sempurna, seperti dipahat oleh seorang dewi.
Bentuk tubuhnya yang sempurna memancarkan sensualitas. Hanya memandang saja, tidak perlu buat apa pun, sudah bisa membuat seseorang tersipu dan jantung berdebar kencang.
Tidak heran para wanita sosialita itu begitu terobsesi padanya.
Dengan struktur tulang Nando, wanita mana yan

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda