Bab 456
Merry yang mengenakan pakaian pasien berjalan keluar.
Merry menatap Yuna sembari menyeringai. "Seingatku, sebelumnya kamu bilang sisa waktunya nggak perlu diganti. Kenapa sekarang kamu malah berubah pikiran?"
Shayne menoleh dan melihat Merry yang sudah turun dari tempat tidur. Tatapannya langsung menjadi muram.
"Siapa yang menyuruhmu turun dari tempat tidur?" Shayne berjalan cepat ke samping Merry, lalu menggendongnya. "Kalau sampai masuk angin lagi bagaimana? Apa kamu mau terus berbaring di rumah sakit?"
Shayne langsung menggendong Merry kembali ke bangsalnya tanpa memedulikan Yuna.
Yuna yang ditinggalkan di sana tanpa sadar mengepalkan tangannya.
Begitu Merry, mata Shayne tak lagi memperhatikan yang lain!
Merry bersandar di pelukan Shayne sembari menoleh ke arah Yuna.
Kebetulan Yuna juga sedang menatapnya. Rasa tidak terima dan cemburu di mata Yuna sama sekali tidak bisa disembunyikan.
Merry hanya melirik sekilas, lalu mengalihkan pandangannya.
Adegan ini terlihat sangat menyebalkan

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda