Bab7
Mataku terbelalak karena amarah, sementara tubuhku gemetar di luar kendaliku.
Aku memaksa diriku untuk tenang. Kabut dalam benakku perlahan sirna dan untuk pertama kalinya, kesadaranku terasa begitu jernih.
Aku harus membuat laporan polisi dan memastikan barang milikku kembali!
Aku bergegas keluar dari rumah sewaan dan langsung menuju kantor polisi.
Aku disambut oleh seorang polisi perempuan. Dia menenangkanku dengan tutur yang lembut, lalu menyuguhkan secangkir teh hangat.
Dengan suara tersendat, aku menceritakan seluruh kronologi kejadian.
"Jangan cemas, kami akan mengupayakan penelusuran keberadaan mereka semaksimal mungkin."
Dia menenangkanku dengan sabar.
Aku meraih gelas itu. Perasaanku bercampur aduk, sulit kujelaskan.
Aku sudah dewasa, tapi masih saja tertipu. Jika ibu masih ada, mungkin dia akan mentertawakanku.
Aku menunggu di kantor polisi sektor. Hingga akhirnya, seorang polisi muda datang membawa kabar.
"Ada perkembangan baru!"
Dia berbicara dengan antusias, sambil menggen

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda