Bab 23
Wenny tampak seperti anak yang telah melakukan kesalahan. Dia berjalan mendekat dengan diam-diam, menatap Stefano di hadapannya. Ini adalah pertama kalinya mereka berinteraksi dari jarak sedekat ini dalam setengah tahun terakhir, namun rasanya seperti sudah berlalu setengah kehidupan.
Selama enam bulan ini, dia memindahkan cabang perusahaannya ke kota kecil ini, ingin memulihkan hubungan mereka. Namun seiring waktu berlalu, perasaannya bukan mereda, justru makin membara.
Berkali-kali Wenny ingin datang dan mengakui kesalahannya. Apa pun permintaan Stefano, dia akan menerimanya tanpa syarat.
Itu adalah utangnya pada pria itu.
Dia sendiri yang tak tahu bersyukur saat masih bersama Stefano. Sekarang, berbicara dengannya pun sudah jadi kemewahan.
Wenny membuka mulutnya, ingin mengatakan sesuatu.
Stefano menggelengkan kepala, lalu berkata dengan nada luar biasa tenang, "Aku sudah nggak membencimu lagi."
Seluruh tubuh Wenny bergetar. Belum sempat dia merasa gembira, kata-kata berikutnya lang

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda