Bab 337
Zavier seolah sangat suka dengan posisi seperti ini, mirip seekor anjing besar yang sedang manja.
Zavier memeluk Thalia, tanpa peduli bagaimana perasaan Thalia.
Dia hanya peduli dengan emosinya sendiri. Suaranya dalam dan berat. "Di hari pertama tahu kamu nggak pulang ke rumah, aku merasa sedikit marah."
"Begitu tahu kamu langsung ke Kota Hunggala, aku semakin marah."
"Apalagi kamu datang bersama Janio."
Tatapan Zavier menjadi gelap. "Aku sudah berkali-kali mengingatkanmu untuk menjauhi Janio."
Thalia mengerutkan dahi. Matanya yang sempat buram karena kekurangan oksigen, perlahan jernih kembali.
Dia tidak bisa mendorong Zavier, jadi hanya bisa berkata, "Janio atasanku. Lagi pula aku datang ke sini buat urusan kerja, kamu nggak perlu marah."
Tentu saja, dengan siapa dia datang, Zavier tidak punya hak mengaturnya.
Tapi kalimat itu tidak diucapkan, karena dia takut Zavier akan bertindak lebih gila lagi.
Zavier jelas tidak puas dengan jawaban Thalia.
Dalam urusan cinta, Zavier memang lamba

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda