Bab 16
Louis menuliskan akhir hidup Neisha di selembar kertas, lalu membakarnya di depan makam Andien.
"Andien, mungkin dulu aku memang seharusnya mendengarkanmu."
Louis menatap foto hitam putih di batu nisan, lalu menarik senyum pahit.
Hidup mereka terlalu melelahkan, sampai-sampai ketika mati pun, tidak ada satu foto dengan senyuman yang bisa dijadikan foto pemakaman.
Louis menatap nisan itu lama, lalu berbalik pergi.
Dia tidak langsung pulang, melainkan pergi ke panti asuhan yang sering dikunjungi Andien semasa hidupnya.
Di sana, ada sekelompok anak-anak lucu yang sedang menunggunya.
"Kakak!"
Begitu dia turun dari mobil, ada sekumpulan anak-anak berlari menghampiri dan memeluknya.
Sebenarnya, Louis tidak menyukai anak kecil.
Dia membenci keributan, membenci tangisan, dan juga membenci kenyataan kalau anak-anak membagi cinta Andien.
Namun sekarang, dia justru merendahkan diri sampai hanya bisa mencari perasaan yang pernah Andien berikan padanya, dari sekelompok anak yang sama sekali tidak m

Klik untuk menyalin tautan
Unduh aplikasi NovelRead untuk membuka konten yang lebih menarik
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda
Nyalakan kamera ponsel untuk memindai, atau salin tautan dan buka di browser seluler Anda