Bab 19
Sebelum Elena sempat bereaksi, pintu ruang kerja terbuka lebar.
Thomas, Tamara dan Erick menatapnya dengan saksama, mata mereka berkobar dengan amarah yang hampir tak tertahan.
Elena terkejut lalu berkata dengan tergagap, "Ayah, Ibu, Kakak, apa yang kalian lakukan di rumah?"
Mereka berencana pergi ke perusahaan, tapi Thomas tiba-tiba jatuh sakit, jadi meminta Erick untuk membawa dokumen-dokumen itu ke rumah.
Tanpa diduga, mereka mendengar rahasia Elena yang sangat disembunyikan.
Tamara yang tidak mampu menahan emosinya, menyerbu maju, mencengkeram lengan Elena dengan erat dan menuntut dengan marah.
"Siapa mereka sebenarnya? Kenapa mereka memanggilmu anak? Apa maksud kalian dengan 'mengais uang'? Kalian sedang membicarakan apa?"
"Bukan begitu. Bu, biar aku jelaskan!"
Air mata langsung mengalir di wajah Elena. Biasanya, saat melakukan kesalahan, ibunya akan melunak pada tanda pertama air mata.
Namun kali ini, betapa keras pun Elena menangis, ibunya tetap tak bergeming, mencengkeram perge

Locked chapters
Download the NovelRead App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link