Bab 9 Kembar Tiga
Neraka?
Ekspresi Tania membeku. Dia menatapi Javier dengan bengong sekaligus takut.
Senyum dingin dan kejam tersungging di bibir Javier.
Garis rahangnya yang indah sangat memikat. Wajah Javier tampan dan gagah, tetapi aura dingin bagai es yang dipancarkannya membuat orang takut.
Mata Javier memancarkan cahaya dingin. Bibir tipisnya bersuara pelan di dekat telinga Tania, "Mau kabur? Nggak ada kesempatan."
Tania tidak bisa berkata-kata. Wajahnya berangsur pucat. Dia seolah-olah melihat Javier memerangkapnya dengan jaring luas.
Di mata Nenek Silvia, mereka adalah pasangan suami-istri yang mesra. Nenek Silvia gembira dan tertawa riang. "Kalian sangat cocok, pasangan yang serasi."
Javier melepaskan Tania, lalu berbalik menghadap Nenek Silvia. Dia berujar dengan suara dalam dan lembut, "Nenek, istirahatlah dengan tenang. Patuhi saran dokter. Sekarang aku harus ke kantor urus beberapa hal."
"Pergilah," sahut Nenek Silvia. Javier telah hilang lebih dari dua puluh hari, pasti banyak pekerjaan y

Locked chapters
Download the NovelRead App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link