Bab 515
Merry telah "berbohong" pada Shayne karena pria lain.
Mengingat sifat posesif Shayne dan suka mengatur yang agak gila, takutnya Merry akan mengalami masa-masa sulit.
Sebenarnya Merry berharap Shayne akan marah dan menceraikannya.
Setelah kembali ke kamar tidur, Shayne melemparkan jas ke sofa.
Shayne adalah orang yang sangat teliti, suasana hatinya sudah bisa ditebak dari cara dia melemparkan jas.
Merry juga melepas jaket. Dia tidak menatap pria itu, melainkan bersiap untuk mandi dulu.
Akan tetapi setibanya di pintu kamar mandi, lengan Merry ditahan.
"Merry, nggak ada yang mau kamu jelaskan?"
Merry menoleh ke arah wajah tampan namun muram pria itu, lalu berkata dengan santai, "Apa yang perlu kujelaskan? Kamu juga sudah datang, masa nggak lihat semuanya?"
Shayne menyipitkan mata, sorot matanya semakin muram.
"Sepertinya kamu sama sekali nggak merasa bersalah."
Merry tertawa. "Ini pertama kalinya aku mendengar pergi makan di luar bersama teman adalah sebuah kesalahan."
"Teman?" Suara Shay

Locked chapters
Download the NovelRead App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link