Bab 512
"Kok lama sekali angkatnya?"
"Aku sibuk, nggak dengar."
Suara Shayne terdengar rendah dan lembut seperti biasanya. "Hari ini hujan, mau kujemput sepulang kerja?"
Ujung telepon menjadi hening sejenak. "Nggak perlu, hari ini aku naik mobil ke sini."
"Kudengar Bibi Siska bilang pagi ini kamu nggak pakai jaket saat keluar, akan kubawakan ke sana."
"Nggak perlu," kata Merry dengan ketus, "Aku sudah mau pergi."
"Merry, sekarang kamu masih di perusahaan?"
Merry merasa sifat Shayne yang suka mengatur mulai kumat lagi. "Iya, tapi aku sudah mau pergi."
Shayne tetap diam.
Merry hendak mengakhiri panggilan. "Tutup dulu kalau nggak ada hal lain."
Shayne tetap diam.
Merry menunggu dua detik sebelum mengakhiri panggilan.
Shayne menoleh ke arah Josie di samping dan menghubungi nomor lain.
"Rudi, kirimkan aku informasi keberadaan istriku."
Josie yang telah mengalami begitu banyak hal bisa mempertahankan ketenangan di wajah, tetapi kilatan di mata mengungkapkan perasaannya.
Terutama saat tatapan Shayne

Locked chapters
Download the NovelRead App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link