Bab 473
"..." Tidak ada jawaban untuk beberapa saat.
"Maaf, tadi aku nggak lihat mama penelepon."
"Yuna, jawabanmu itu cuma cocok untuk menipu anak-anak."
Yuna terdiam beberapa saat sebelum berkata, "Merry, ada apa mencari Shayne?"
"Aku ada urusan dengannya, tapi sepertinya aku nggak perlu melapor padamu."
Yuna mendesah pelan. "Merry, nggak bisakah kita bicara baik-baik?"
"Nggak perlu." Suara Merry terdengar malas dan acuh tak acuh, "Berikan ponselnya pada Shayne, aku harus bicara dengannya."
"Shayne keluar sebentar karena ada urusan." Yuna menjelaskan dengan sangat sabar, "Aku akan menyuruhnya meneleponmu kembali setelah dia pulang, oke?"
Merry memegang ponsel dengan alis terangkat.
Gaya Yuna berbicara seolah dia adalah istri Shayne.
"Kalau begitu, maaf merepotkanmu, Nona Yuna. Tapi sebelum itu, aku ingin mengingatkanmu untuk jangan 'lupa'. Akibat dari lupa itu bisa jadi dia nggak akan pernah masuk ke istana lagi. Ingat juga untuk jangan menjawab panggilan orang lain tanpa izin lagi. Itu bena

Locked chapters
Download the NovelRead App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link