Bab 461
Napas Shayne perlahan mendekati Merry. Suaranya rendah dan lembut, dengan sedikit bujukan dan nuansa memanjakan.
"Merry, jadi apa yang kamu ingin aku lakukan?"
Tepat ketika Merry hendak berbicara, pintu bangsal diketuk dengan lembut.
Sebelum Merry sempat menyahut, suara wanita yang centil sudah terdengar dari pintu.
"Merry, aku masuk, ya."
Yuna berjalan ke dalam bangsal sambil membawa bunga lili yang mekar.
Yuna tertegun sejenak ketika melihat Merry dan Shayne berdekatan.
Namun, Yuna segera kembali tenang.
"Apa aku mengganggu kalian?"
Suara Yuna terdengar rendah, seperti anak yang melakukan kesalahan.
Merry tersenyum dingin. Nada suaranya sangat tidak sopan.
"Kalau sudah tahu, kenapa kamu masih berdiri di sana? Keluar!"
Wajah Yuna memucat. Dia secara refleks melemparkan tatapan minta tolong pada Shayne.
Shayne tak berekspresi dan mengabaikan tatapan itu.
Suara Merry disertai tawa ringan. "Nona Yuna sedang lihat apa?"
Yuna segera memalingkan tatapannya pada Merry dengan gelisah.
"Merry,

Locked chapters
Download the NovelRead App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link