Bab8
Jarak mereka dariku hanya sepuluh meter, tapi terasa bagai jurang pemisah yang tak tergapai.
Keenan, seseorang yang pernah kucintai sepenuh hati, kini tampak begitu tenang melangkah menuju gerbang keberangkatan. Dia seolah tidak menyadari bahaya yang sebentar lagi akan menjeratnya.
Tepat pada saat itu, beberapa ketua tim dengan sigap mengambil momentum, menyerbu ke arah Keenan dari sisi yang berlainan.
Segalanya berlangsung sekejap. Aku bahkan belum sempat mencerna, Keenan sudah dilumpuhkan dan berada dalam kendali.
Dia tampak panik, wajahnya memerah, lalu meledak dalam amarah dan caci maki, tanpa sisa kewibawaan yang biasa dia jaga.
Para penumpang di sekitar serentak menatap dengan rasa ingin tahu. Adegan dramatis yang terjadi begitu tiba-tiba membuat mereka terpaku.
"Siapa kalian? Berani-beraninya menculikku di siang bolong! Aku akan lapor polisi!"
Keenan meronta, berteriak dengan suara serak.
Pada saat itu, seorang polisi perempuan melangkah maju dengan tenang. Tatapan matanya tegas

Locked chapters
Download the NovelRead App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link