NovelRead
Open the NovelRead App to read more wonderful content

Bab 4

Keluarga Muran berasal dari Negara Sinar. Meski telah mengakui leluhur mereka, mereka tetap mempertahankan banyak kebiasaan lokal, termasuk hukuman keluarga yang meniru hukuman cambuk. Tangan Kevin sedikit bergetar. "Begitu dimulai, tubuhmu pasti akan hancur." "Selama kamu tunduk, aku akan bujuk Ayah untuk berbelas kasih padamu." "Elisa, singkirkan kesombongan dan keangkuhanmu yang nggak berguna itu. Terus bersikap keras kepala cuma akan merugikan dirimu sendiri." Elisa mengangkat kelopak matanya yang terasa berat. Dia sudah tidak bisa berbicara, hanya bisa terengah-engah. Setelah beberapa waktu berlalu, Elisa akhirnya berhasil berbicara dengan suara yang serak, "Jangan bermimpi." "Selama ini aku benar-benar telah memanjakanmu" Kevin menghela napas pelan, keraguan di matanya digantikan oleh tatapan dingin. "Sudah saatnya kamu bayar harga atas kebodohanmu kali ini." Elisa mengira dirinya cukup kuat. Tapi saat cambukan pertama datang, dia tetap mengeluarkan jeritan yang keras meski pita suaranya hampir putus! Cambukan kedua, ketiga .... Dia berjuang mati-matian, tapi terjebak dalam lingkaran setan. Pingsan, kemudian terbangun kembali karena rasa sakit. Setelah sadar, Elisa menyadari dia sedang berada di rumah sakit. Nita sedang duduk di samping tempat tidur sambil mengupas buah. Saat melihat Elisa sudah sadar, dia segera menanyakan kondisinya. "Nggak usah pura-pura lagi, aku tahu sifatmu dengan baik." Senyuman di wajah Nita langsung menghilang. "Memangnya kenapa? Kevin dan Hasan percaya padaku." "Nggak usah bersikap sombong di sini. Dasar .... Uh!" Sumpah serapah Elisa dihentikan oleh tangan yang mencengkeram lehernya. Nita mendekati Elisa. "Dasar jalang yang nggak tahu malu. Nyawamu kuat sekali, bahkan masih bisa hidup!" "Kenapa ... kamu ...." "Karena kamu rebut priaku! Aku yang bertemu dengan Kevin lebih dulu. Kalau bukan karena kamu, bagaimana mungkin aku bisa bersama dengan Hasan yang sudah tua itu? Jelas-jelas Kevin berjanji akan menikahiku setelah mewarisi bisnis keluarga. Ini semua salahmu! Ini semua salahmu, dasar wanita jalang!" Ternyata seperti itu. Seorang mantan aktris film dewasa yang tiga tahun lebih tua darinya, berusaha bergabung dengan keluarga kaya dengan cara pura-pura jual mahal, tapi gagal. Karena gagal mendapatkan yang muda, dia melayani yang lebih tua. Hanya saja karena tinggal di satu atap, pria dan wanita saling mendambakan pihak lain. Kedua kayu bakar kering itu akhirnya terbakar .... Sungguh menjijikkan. Perut Elisa bergejolak dan langsung memuntahkan isi perutnya di tangan Nita. "Ah!" Nita berteriak dengan keras, lalu mengangkat tangannya untuk menampar Elisa. Tapi dia berhenti sejenak sebelum menampar dirinya sendiri dengan keras! Detik berikutnya, Kevin masuk ke dalam. Nita menangis sambil menghindari tangan Kevin yang hendak membantunya berdiri. "Nona Elisa sedang marah, akulah yang buat dia terluka sampai seserius ini. Tamparannya adalah hal kecil bagiku. Kevin, sebaiknya kamu keluar dari sini." "Dasar pembohong! Aku akan robek mulutmu!" Elisa marah besar. Dia paling membenci pengkhianat seperti ini. Dia menerjang ke arah Nita untuk memukulnya, tapi ditendang oleh Kevin. "Kamu benar-benar sangat arogan!" "Bibi Nita jaga kamu di luar ruang operasi selama 8 jam, kemudian temani kamu di kamar pasien selama satu hari satu malam setelah kamu keluar dari bahaya. Elisa, kamu telah belajar aturan Keluarga Muran selama tiga tahun, tapi kamu masih nggak bisa ubah sifat kejam di dalam dirimu?" Kevin sangat marah sampai mulai mengutuk. Elisa sangat ingin membalas kutukannya. Hanya saja, dia kesakitan sampai hampir tidak bisa bernapas. Dia hanya bisa meringkuk di lantai, lalu melihat Kevin menggendong Nita keluar dengan tidak berdaya. Pintu kamar pasien dikunci. Pengawal membawakan 99 kitab suci. "Tuan Muda bilang kalau kamu nggak boleh keluar dari ruangan ini sampai kamu salin semuanya!"

© NovelRead, All rights reserved

Booksource Technology Limited.