Bab 8
Ayah Nadia, Irwan, melangkah keluar lebih dulu, diikuti oleh putra sulungnya, Aldo.
Melihat itu, Lukman dan Sarah langsung berseri-seri, dan cepat-cepat melangkah menghampiri mereka.
"Wah, akhirnya kalian datang juga!"
Lukman segera mengulurkan tangan untuk berjabat, sambil berkata ...
"Pak Irwan, perjalanan kalian pasti melelahkan. Silakan masuk, pesta pernikahan segera dimulai."
Namun Irwan seakan tak melihat tangan yang terulur itu, tatapannya dingin dan jauh.
Tangan Lukman terdiam canggung di udara. Dia sedikit kesal, tetapi tetap menahan diri dan menarik kembali tangannya, sambil memberi kode kepada Sarah.
Sarah segera menangkap maksudnya dan memberi perintah kepada beberapa pengawal.
"Kenapa kalian masih diam saja? Cepat seret wanita gila itu keluar!"
"Berani-beraninya dia mengaku sebagai putri Keluarga Zaraya. Lihat dulu siapa dirinya, sungguh lucu!"
Mendengar ucapan itu, wajah Irwan langsung muram. Dia menoleh ke Sarah dan berkata dingin ...
"Aku ingin lihat siapa yang berani m

Locked chapters
Download the NovelRead App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link