Bab 22
Menjelang senja, akhirnya dia tiba di sebuah titik penampungan sementara di kota kecil dekat pusat gempa.
Dia menangkap setiap orang yang lewat, bertanya dengan suara serak apakah ada yang melihat seorang gadis bernama Alice, tinggi, berkulit putih, cantik, bermata bening.
Kebanyakan orang menggeleng kebingungan.
Hingga seorang wanita paruh baya berwajah penuh debu menunjuk ke arah pos medis sementara di kejauhan. "Di sana, sepertinya ada gadis yang sangat cantik membantu membagikan barang ...."
Jantung Dicky berdegup liar, dia berbalik dan langsung berlari ke sana.
Di depan pos medis, kerumunan relatif tertib.
Beberapa relawan sedang membagikan air mineral dan makanan sederhana.
Dalam sekejap, matanya langsung menangkap sosok Alice.
Alice sedang berjongkok di depan seorang gadis kecil yang terisak pelan, memegang sebungkus biskuit di tangannya. Dia berbicara dengan suara lembut, raut wajahnya penuh kesabaran dan kehangatan.
Dicky mendadak berhenti melangkah.
Seolah-olah seluruh darah

Locked chapters
Download the NovelRead App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link