NovelRead
Open the NovelRead App to read more wonderful content

Bab 12

"Ibumu benar. Saat aku jelek, aku adalah noda bagi Keluarga Tandayu, alat yang membuatmu malu. Sekarang aku cantik, apakah aku tiba-tiba berubah jadi barang yang bisa kamu pamerkan, sesuatu untuk menebus penyesalan dan rasa bersalahmu?" Wajah Dicky pucat pasi, seperti baru saja dihantam tinju keras. Dia terhuyung mundur setengah langkah, membuka mulut, tapi tidak satu pun suara keluar. "Permintaan maafmu sudah aku terima." Alice tidak lagi menatapnya dan sambil menyampirkan tas kain ke bahu. "Tapi aku nggak butuh dan aku nggak memaafkan." "Jangan ikuti aku lagi." Kalimat terakhirnya dingin menusuk tulang. "Kalau nggak, aku akan lapor polisi." Dia mendorong pintu kayu bar. Sosoknya segera menyatu dengan kegelapan malam dan suara air yang mengalir di luar, lalu menghilang tanpa jejak. Dicky berdiri di tempat, seluruh tenaganya seolah terkuras habis. Bar kembali sunyi, hanya tersisa nyanyian rendah sang penyanyi. Dia meraih gelas di meja, menenggak habis cairan berwarna kecokelatan itu. M

Locked chapters

Download the NovelRead App to unlock even more exciting content

Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser

© NovelRead, All rights reserved

Booksource Technology Limited.