Bab 7
Telepon baru saja kututup, Elina langsung menjerit.
"Warisan? Warisan apa! Barang-barang ibuku sudah lama dibagi!"
Vivi ikut menimpali.
"Benar! Pasti ini lagi-lagi trik dia!"
Aku mengabaikan mereka dan menatap Harris.
Ekspresi rumitnya yang hampir seperti kesakitan membuatku ingin tertawa.
"Sejak awal semua itu milikku."
Aku menatap Elina.
"Kamu sudah mencurinya selama lebih dari 20 tahun. Sudah waktunya dikembalikan."
Wajah Elina seketika pucat. "Kamu!"
"Arti harfiahnya."
Alvin menggenggam tanganku, membawaku pergi.
"Sekadar info, masa kadaluwarsa perkara pidana itu panjang. Saksi palsu, penahanan ilegal, fitnah ... semua bisa dibuka lagi."
Suaranya tidak keras, tetapi beberapa teman di belakang Harris langsung berubah ekspresi.
Begitu masuk mobil, Yunita menepuk dadanya.
"Bikin takut saja! Kak Alvin, kalimat terakhirmu keren banget!"
Alvin tak menanggapi, hanya menoleh padaku dan bertanya, "Vina, kamu baik-baik saja?"
Aku bersandar di kursi, menutup mata.
"Warisan ... benarkah ibuku

Locked chapters
Download the NovelRead App to unlock even more exciting content
Turn on the phone camera to scan directly, or copy the link and open it in your mobile browser
Click to copy link